Dari Gowa ke Jakarta, Tiga Delegasi Pesantren Sultan Hasanuddin Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan AMDK

Islamiyah Sahab31 Jul 2026
210 Kali Dilihat
Bagikan:
Dari Gowa ke Jakarta, Tiga Delegasi Pesantren Sultan Hasanuddin Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan AMDK
Jakarta, 28 Juli 2026 — Komitmen Pesantren Sultan Hasanuddin dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren kembali ditunjukkan melalui keikutsertaannya pada Capacity Building Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Air Berkah Indonesia (AIR BI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Juli 2026 di Millennium Hotel, Tanah Abang, Jakarta Pusat ini diikuti oleh 600 peserta dari 200 pondok pesantren terpilih se-Indonesia.

Pesantren Sultan Hasanuddin menjadi salah satu pesantren yang memperoleh kesempatan mengikuti program nasional tersebut setelah dinyatakan lolos sebagai calon penerima dukungan sarana dan prasarana pengembangan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Program ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperkuat kapasitas teknis dan manajerial pesantren dalam mengembangkan unit usaha yang profesional, mandiri, dan berdaya saing.

Pada kesempatan ini, Pesantren Sultan Hasanuddin mengutus tiga orang penanggung jawab unit usaha AMDK sebagai peserta, yakni Akbar, S.H.I. selaku Direktur AMDK, Abdil Mubarak Azis, S.Pd., M.Pd., sebagai penanggung jawab Produksi dan Quality Control, serta Kurnia Sanur Al Qadri, S.Sos., yang bertanggung jawab pada bidang Administrasi dan Keuangan.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang menghadirkan narasumber dari sejumlah lembaga nasional, di antaranya Badan Standardisasi Nasional (BSN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta praktisi industri AMDK. Materi yang diberikan mencakup regulasi perizinan dan sertifikasi SNI, tata kelola pengadaan mesin produksi, sistem keamanan pangan, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), hingga implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Tidak hanya memperoleh pembekalan di dalam kelas, peserta juga mengikuti kegiatan benchmarking ke Pondok Pesantren Nurul Iman sebagai salah satu pesantren yang telah berhasil mengembangkan usaha AMDK. Kunjungan tersebut menjadi sarana belajar langsung mengenai tata kelola usaha, sistem produksi, hingga strategi pengembangan bisnis yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren.

Keikutsertaan dalam program AIR BI 2026 diharapkan menjadi langkah strategis bagi Pesantren Sultan Hasanuddin dalam meningkatkan kualitas pengelolaan unit usaha AMDK, baik dari sisi produksi, standar mutu, keamanan pangan, maupun tata kelola administrasi. Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, pesantren diharapkan mampu menghadirkan produk yang memenuhi standar nasional sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi pesantren yang berkelanjutan.

Program AIR BI 2026 menjadi bukti nyata sinergi Bank Indonesia dengan pesantren dalam mendorong lahirnya ekosistem kewirausahaan yang produktif. Melalui program ini, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dari Gowa ke Jakarta, Tiga Delegasi Pesantren Sultan Hasanuddin Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan AMDK | Kabar Sulhas