Sejarah Kami
Perjalanan panjang Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin dalam mendidik dan mencetak generasi Muslim yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Latar Belakang Pendirian
Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin berawal dari cita-cita luhur Bapak Mansyur Daeng Nuntung pada tahun 1970-an, yang bercita-cita mendirikan lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren di wilayah Limbung, Kabupaten Gowa. Meskipun beliau wafat pada tahun 1972 sebelum impiannya terwujud, semangat itu tidak padam.
Perjuangan dilanjutkan oleh putranya, Muhammad Arif Mansyur, pada tahun 1986. Dimulai dengan diskusi sederhana mengenai kebutuhan dasar sebuah pesantren — asrama, ruang kelas, dan masjid — pesantren ini membuka pintunya dengan hanya tujuh orang santri. Dari titik awal yang sederhana itu, institusi ini terus tumbuh dan berkembang.
Awalnya dikenal sebagai Pesantren Mardiyah, nama lembaga kemudian diubah menjadi Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin — mengambil nama pahlawan nasional Raja Gowa yang terkenal dengan keberanian dan keteguhannya — sebagai simbol semangat perjuangan yang ingin ditanamkan. Kini lembaga ini bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Sultan Hasanuddin Gowa.
Tonggak Sejarah
Gagasan Awal
Bapak Mansyur Daeng Nuntung mencetuskan cita-cita mendirikan lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren di wilayah Limbung, Kabupaten Gowa. Beliau wafat pada tahun 1972 sebelum gagasan mulia tersebut sempat terwujud.
Perintisan Pesantren
Muhammad Arif Mansyur, putra almarhum, melanjutkan perjuangan ayahnya. Perintisan dimulai melalui diskusi untuk memetakan kebutuhan dasar pesantren: asrama santri, ruang kelas, dan masjid. Pesantren memulai aktivitasnya dengan hanya tujuh orang santri.
Pesantren Mardiyah
Pada awal berdirinya, lembaga ini dikenal dengan nama Pesantren Mardiyah. Meski dimulai dengan sangat sederhana, institusi ini terus tumbuh pesat hingga mampu menyediakan fasilitas pendidikan yang lengkap dan memadai.
Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin
Nama pesantren diubah dari Pesantren Mardiyah menjadi Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin — mengambil nama pahlawan nasional Raja Gowa untuk mengobarkan semangat perjuangan. Lembaga ini bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Sultan Hasanuddin Gowa dan terus berkembang hingga saat ini.