Pesantren Sultan Hasanuddin Terima Pendampingan Implementasi Program Pesantren Sehat dari Kemenag RI dan Kemenkes RI

Islamiyah Sahab31 Jul 2026
217 Kali Dilihat
Bagikan:
Pesantren Sultan Hasanuddin Terima Pendampingan Implementasi Program Pesantren Sehat dari Kemenag RI dan Kemenkes RI

Gowa – Pesantren Sultan Hasanuddin kembali meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berkelanjutan melalui kegiatan Pendampingan Implementasi Program Pesantren Sehat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 30 Juli 2026, bertepatan dengan 15 Safar 1448 H, di Baruga Ahmad Huzaen Pesantren Sultan Hasanuddin.

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Pesantren Sehat yang dilaksanakan Kementerian Agama RI dan Kementerian Kesehatan RI. Pesantren Sultan Hasanuddin mendapat kehormatan menjadi salah satu pesantren yang didampingi sekaligus mewakili Kabupaten Gowa dalam pelaksanaan program tersebut.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Tim Pembina Program Pesantren Sehat dari Kementerian Agama RI, Firdah Thawil, S.Ag., M.Pd.I., dan Tim Pembina dari Kementerian Kesehatan RI, Ir. Dina Agus Soelistijani, M.Kes.. Selain itu, kegiatan juga diikuti secara hybrid melalui Zoom Meeting oleh 24 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Suasana penyambutan berlangsung khidmat dan penuh nuansa budaya. Para tamu disambut melalui tradisi Aru dan Tari Padduppa, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku, serta sambutan dari Direktur Pesantren Sultan Hasanuddin, Ustadz Firmanullah Arief Mansyur, S.Ag.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Program Pesantren Sehat bukan sekadar program kesehatan, melainkan bagian dari ikhtiar pesantren dalam membentuk santri yang unggul melalui lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, dan berkarakter. Menurutnya, kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Memasuki sesi inti, Tim Pembina Program Pesantren Sehat dari Kementerian Agama RI dan Kementerian Kesehatan RI memaparkan tujuan, mekanisme, serta tahapan implementasi program sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan di lingkungan pesantren.

Pada kesempatan tersebut, empat santri Pesantren Sultan Hasanuddin dikukuhkan sebagai Kader Kesehatan Pesantren melalui penyematan selempang oleh Firdah Thawil, S.Ag., M.Pd.I. dan Ir. Dina Agus Soelistijani, M.Kes. Kehadiran kader kesehatan diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.

Pesantren Sultan Hasanuddin juga memaparkan implementasi Program Pesantren Sehat yang disampaikan oleh Hj. Wahyuni Thahir, S.S. selaku Tim Pengelola Pesantren Sehat. Dalam paparannya, dijelaskan berbagai program yang akan dijalankan untuk membangun budaya hidup sehat di lingkungan pesantren.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah "Tempat Sampah Cinta", sebuah gerakan pengelolaan sampah plastik yang melibatkan seluruh santri. Melalui program ini, sampah plastik dikumpulkan untuk didaur ulang maupun diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis. Inovasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi pemberdayaan pesantren.

Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Nurseha, S.KM., M.Kes., turut memberikan penguatan bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan di pesantren. Lingkungan yang sehat, menurutnya, akan melahirkan santri yang lebih produktif, tangguh, dan mampu berkembang secara optimal.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H. Jamaris, S.Ag., M.H., mengapresiasi terpilihnya Pesantren Sultan Hasanuddin sebagai perwakilan Kabupaten Gowa dalam implementasi Program Pesantren Sehat. Ia berharap berbagai praktik baik yang diterapkan di Pesantren Sultan Hasanuddin dapat menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain di Kabupaten Gowa untuk bersama-sama membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan berkualitas.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, penyusunan rencana tindak lanjut, foto bersama, serta observasi lingkungan pesantren oleh tim pendamping. Pendampingan ini menjadi langkah awal yang semakin menguatkan komitmen Pesantren Sultan Hasanuddin untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, nyaman, dan berkelanjutan sebagai bagian dari ikhtiar mencetak generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, serta peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.

Pesantren Sultan Hasanuddin Terima Pendampingan Implementasi Program Pesantren Sehat dari Kemenag RI dan Kemenkes RI | Kabar Sulhas